Berita dan Informasi Teknologi Terbaru berbagi informasi tentang "Era BYOD & Tantangan yang Harus Dihadapi". Informasi tersebut dikumpulkan dari sumber yang disebutkan di bawah artikel. Info tentang "Era BYOD & Tantangan yang Harus Dihadapi" layak Anda baca baik sebagai infomasi maupun penambah pengetahuan Anda.
Era BYOD & Tantangan yang Harus Dihadapi
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Di balik semakin tingginya penetrasi mobile device dan adopsi cloud computing di Indonesia, memunculkan tren baru, yakni era Bring Your Own Device (BYOD).
Dengan BYOD, pengguna khususnya pekerja bisa memaksimalkan perangkatnya untuk berkarya. Dimana kelebihan BYOD, memungkinkan si pengguna bekerja di manapun dan kapanpun, asal terhubung dengan internet.
Menurut Teguh Prasetya, pendiri Indonesia Cloud Forum, fenomena BYOD sendiri bukan hal yang baru di Indonesia, tren ini mulai menggeliat sejak 2009 lalu dan terus tumbuh hingga saat ini.
Karyawan dan perusahaan mulai merasakan keuntungan signifikan dengan memiliki akses ke email kantor dari perangkat pribadi mereka, seperti smartphone dan tablet PC.
"Tentunya tren ini akan sangat berdampak untuk kelangsungan usaha di dunia maupun di Tanah Air khususnya, baik dari sisi penyediaan perangkatnya, layanan jaringan akses baik korporat maupun konsumernya hingga aplikasi dan konten yang merupakan konsekuensi daripada adanya tren BYOD ini," jelas Teguh, dalam seminar 'Ready or Not, BYOD is Here' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (16/5/2013).
Ia menambahkan, adopsi BYOD akan semakin cepat. Apalagi menurut survei, para pekerja yang menggunakan perangkat bergerak untuk sarana bekerja diprediksi mencapai 1,2 miliar di tahun 2013 ini dan merepresentasikan sekitar 35% dari seluruh pekerja di seluruh dunia.
Tentu saja, tren BYOD yang diprediksi akan melesat ini perlu diperhatikan beberapa aspek untuk menjawab tantangan dari tren BYOD ini.
Dikatakan oleh Direktur e-Bussines Ditjen Aplikasi Telematika Kominfo Azhar Hasyim, setidaknya ada dua aspek yang perlu diperhatikan agar BYOD bisa berjalan mulus di Indonesia.
Aspek pertama adalah perlindungan data privasi. Hal ini menyangkut bagaimana penanganan data-data pribadi dari pengguna itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku terkait dengan data pribadi.
"Di banyak negara sudah memiliki pengaturan yang komprehensif, baik di dunia TI maupun terkait perlindungan konsumen. Di Indonesia, kebutuhan pengaturan data pribadi sangat urgent dan saya berharap Indonesia bisa memiliki pengaturan mengenai hal ini," harapnya.
Aspek kedua mengenai kelangsungan layanan aplikasi yang tersinkronisasi dari perangkat BYOD dengan pusat aplikasi di cloud server.
"Jangan sampai terjadi di suatu masa tertentu aplikasi terjadi perubahan, baik layanan tidak ada, format data berubah, dan bagaimana kita bisa memback-up itu semua dan bagaimana memastikan data kita tidak tersebar ke mana-mana," tegas Azhar.
Kedua aspek tersebut, ditegaskan olehnya, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga para praktisi di bidang ini untuk dicari solusi mengenai penanganannya.
"Dari sisi pemerintah sendiri, tren komputasi awan seperti ini sudah dipayungi hukum yang jelas, yakni UU no 11 tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2012, yang mengatur salah satu pendaftaran, pengawasan dan pengaturan sistem elektronik," tandas Azhar.
(tyo/ash)
Dengan BYOD, pengguna khususnya pekerja bisa memaksimalkan perangkatnya untuk berkarya. Dimana kelebihan BYOD, memungkinkan si pengguna bekerja di manapun dan kapanpun, asal terhubung dengan internet.
Menurut Teguh Prasetya, pendiri Indonesia Cloud Forum, fenomena BYOD sendiri bukan hal yang baru di Indonesia, tren ini mulai menggeliat sejak 2009 lalu dan terus tumbuh hingga saat ini.
Karyawan dan perusahaan mulai merasakan keuntungan signifikan dengan memiliki akses ke email kantor dari perangkat pribadi mereka, seperti smartphone dan tablet PC.
"Tentunya tren ini akan sangat berdampak untuk kelangsungan usaha di dunia maupun di Tanah Air khususnya, baik dari sisi penyediaan perangkatnya, layanan jaringan akses baik korporat maupun konsumernya hingga aplikasi dan konten yang merupakan konsekuensi daripada adanya tren BYOD ini," jelas Teguh, dalam seminar 'Ready or Not, BYOD is Here' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (16/5/2013).
Ia menambahkan, adopsi BYOD akan semakin cepat. Apalagi menurut survei, para pekerja yang menggunakan perangkat bergerak untuk sarana bekerja diprediksi mencapai 1,2 miliar di tahun 2013 ini dan merepresentasikan sekitar 35% dari seluruh pekerja di seluruh dunia.
Tentu saja, tren BYOD yang diprediksi akan melesat ini perlu diperhatikan beberapa aspek untuk menjawab tantangan dari tren BYOD ini.
Dikatakan oleh Direktur e-Bussines Ditjen Aplikasi Telematika Kominfo Azhar Hasyim, setidaknya ada dua aspek yang perlu diperhatikan agar BYOD bisa berjalan mulus di Indonesia.
Aspek pertama adalah perlindungan data privasi. Hal ini menyangkut bagaimana penanganan data-data pribadi dari pengguna itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku terkait dengan data pribadi.
"Di banyak negara sudah memiliki pengaturan yang komprehensif, baik di dunia TI maupun terkait perlindungan konsumen. Di Indonesia, kebutuhan pengaturan data pribadi sangat urgent dan saya berharap Indonesia bisa memiliki pengaturan mengenai hal ini," harapnya.
Aspek kedua mengenai kelangsungan layanan aplikasi yang tersinkronisasi dari perangkat BYOD dengan pusat aplikasi di cloud server.
"Jangan sampai terjadi di suatu masa tertentu aplikasi terjadi perubahan, baik layanan tidak ada, format data berubah, dan bagaimana kita bisa memback-up itu semua dan bagaimana memastikan data kita tidak tersebar ke mana-mana," tegas Azhar.
Kedua aspek tersebut, ditegaskan olehnya, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga para praktisi di bidang ini untuk dicari solusi mengenai penanganannya.
"Dari sisi pemerintah sendiri, tren komputasi awan seperti ini sudah dipayungi hukum yang jelas, yakni UU no 11 tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2012, yang mengatur salah satu pendaftaran, pengawasan dan pengaturan sistem elektronik," tandas Azhar.
(tyo/ash)
Sumber: inet.detik.com/read/2013/05/16/140622/2247792/398/era-byod-tantangan-yang-harus-dihadapi
Semoga informasi tentang "Era BYOD & Tantangan yang Harus Dihadapi" di atas bermanfaat bagi Anda.
No comments:
Post a Comment